Kelelahan Konsentrasi: Masalah Umum Bagi Tuna Rungu di Sekolah

Kelelahan Konsentrasi: Masalah Umum Bagi Tuna Rungu di Sekolah

Kelelahan konsentrasi merupakan sebuah topic yang tidak terlalu banyak dibicarakan di kalangan komunitas tuna rungu. Padahal, hal ini memerlukan perhatian khusus. Kelelahan konsentrasi bagi orang-orang yang kehilangan pendengaran juga dapat dilihat sebagai kelelahan. Hal ini biasa terjadi ketika seorang tuna rungu harus membaca gerak bibir, tanda, atau mendengarkan seseorang dalam jangka waktu yang panjang. Masalah ini paling sering terjadi pada anak-anak atau remaja tuna rungu, khususnya mereka yang sedang menempuh pendidikan

Sebagian besar tuna rungu mengalami hal ini selama bersekolah. Permasalahan kelelahan pendengaran ini justru paling sering dihubungkan dengan anggapan bahwa tuna rungu selalu malas atau beranggapan mereka tidak tidur nyenyak di malam hari karena mereka  terlalu lelah berkomunikasi

Seseorang yang tuna rungu harus memberikan perhatian lebih banyak dan berkonsentrasi lebih dari orang-orang yang memiliki gangguan pendengaran ringan atau tanpa gangguan pendengaran. Komunikasi bagi tuna rungu meliputi usaha untuk memahami perkataan orang lain berdasarkan pola bibir dengan perkataan dan suara serta masih mencari tahu topik yang dibicaran. Ekspresi wajah dan bahasa tubuh juga menjadi kunci penting tetapi sebagian besar hanyalah tebakan

Di sekolah pada umumnya, seorang tuna rungu akan memulai pelajaran dengan segar dan kondisi siap belajar. Tetapi seiring berjalannya waktu setelah upaya membaca bibir secara konstan dan aktivitas mendengarkan, mereka akan menjadi lelah dan semakin lelah. Beberapa tuna rungu dalam proses pembelajaran biasanya ditemani oleh pendamping. Pendamping tersebut akan menuliskan hal – hal yang mungkin saja sulit dipahami oleh seorang tuna rungu. Catatan tersebut akan digunakan sebagai pekerjaan rumah atau revisi

Di penghujung hari, biasanya ketika sampai di rumah ia akan melepaskan atau mematikan alat bantu dengar dan bersantai atau beristirahat di kamar. Biasanya seorang tuna rungu sudah tidak bertenaga lagi untuk melakukan kegiatan lainnya, khususnya pekerjaan rumah yang menyita sebagian besar waktu saat akhir pekan

Efek Kesehatan Dari Kelelahan Konsentrasi

Orang-orang tidak menyadari bahwa efek kelelahan konsentrasi dapat berpengaruh terhadap kesehatan seorang tuna rungu. Memang belum diketahui secara pasti apakah hanya tuna rungu saja yang mengalami sakit kepala akibat kelelahan ini. Ketika hal ini terjadi, biasanya pelajar tuna rungu akan gagal di grade di mana teman-temannya tidak memiliki gejala kelelahan

Catatan bagi guru dan orang tua, hindari mengatakan kepada seorang tuna rungu bahwa ia tidak berkonsentrasi. Orang-orang pada umumnya tidak pernah menyadari betapa sulitnya untuk mendengarkan, membaca bibir, atau memahami tanda dalam jangka waktu yang panjang

Bagaimana Cara Mengatasi Kelelahan Konsentrasi

Istirahat teratur, udara segar, suara latar yang berisik, komunikasi minimal, atau perubahan metode pembelajaran semuanya sangat membantu. Akan lebih baik juga jika seorang tuna rungu duduk di depan sehingga memungkinkan untuk lebih mudah membaca gerak bibir dan mendengar lebih jelas