Menggunakan Cara Auditory Closure untuk Membangun Kemampuan Mendengar dan Berbicara

Menggunakan Cara Auditory Closure untuk Membangun Kemampuan Mendengar dan Berbicara

Auditory closure adalah sebuah cara yang menyenangkan untuk membantu anak Anda dalam membangun kemampuan mendengar dan berbicara. Cara ini adalah cara yang biasa digunakan dalam metode rehabilitasi dan juga sebuah strategi yang tepat yang dapat dicoba kepada anak-anak Anda ketika mereka dalam fase mengikuti apa yang orang tua katakan atau masa imitasi.

Lalu, apa itu sebenarnya cara mengisi titik-titik atau auditory closure itu? Ini adalah suatu cara dimana orang tua mengatakan bagian awal atau bagian pertama dalam sebuah pesan, kemudian berhenti, dan mengajak anak Anda untuk mengatakan bagian kedua, terutama dalam menyelesaikan kalimat. Contoh, Anda menempatkan sebuah mainan mobil di kursi depan anak Anda dan menyiapkannya untuk menjalankannya. Anda dapat mengatakan “1, 2, 3…” dan anak Anda dapat mengatakan “Ayo!”. Anda dapat menggunakan cara ini dengan sangat menyenangkan, terutama dalam mengajak anak Anda untuk berbicara dan mendengarkan.

Untuk mengetahui lebih lanjut, inilah beberapa cara auditory closure yang dapat Anda kenalkan kepada anak Anda di rumah.

Menyanyikan lagu yang familiar, contohnya adalah seperti lagu twinkle, twinkle, little star! Pertama-tama cobalah untuk menyanyikan lagu ini bersama-sama dengan anak Anda, tujuannya adalah untuk mengetahui bahwa anak Anda mengenali dan mengetahui bagian lagu tersebut. Kemudian, cobalah untuk menyanyi dan berhenti tiba-tiba pada suatu kalimat dalam lagu. Dan lihat anak Anda, apalah anak Anda mampu melanjutkannya dan ajak anak Anda agar dapat melanjutkannya. Hal ini mungkin akan menyita banyak waktu untuk anak Anda belajar memahimnya. Akan tetapi, hal ini memiliki maksud naik dan anak Anda akan terbantu dalam mengasah kemampuan mendengar dan berbicara. Jangan lupa pula untuk memperhatikan anak Anda agar ia dapat berlatih dengan baik, cobalah juga dengan saudara Anda, istri, ataupun anggota keluarga Anda yang lainnya.

Tambahkan pula gerakan dan kata-kata yang memiliki urutan, atau semacam kata-kata persiapan kepada anak Anda, lihat dan tunggu apakah anak Anda dapat melanjutkannya dengan baik. Selain itu, gunakan kata-kata persiapan dengan beberapa gaya seperti “siap, tahan, dan ayo!” Sekali Anda melakukan interaksi dengan percaya diri, coba katakan kembali “siap, tahan,..”, kemudian tahan sekejap. Anda juga dapat menunggu dan dengan kemudian katakana “Ayo!”. Setelah mengatakan hal tersebut ataupun kata-kata yang familiar dapat membuat anak bersemangat melanjutkannya. Lakukanlah hal-hal yang menarik kepada anak Anda, selain itu Anda juga dapat menggabungkan kata-kata ini dengan beberapa gaya ataupun hal-hal dan strategi-strategi lainnya ketika Anda sedang melakukan hal-hal kecil dalam beraktivitas.

Buatlah beberapa daftar mengenai hal-hal yang dapat Anda lakukan bersama. Contohnya adalah seperti, dengan membuat kerajinan ataupun pekerjaan bersama. Cobalah untuk menanyakan serta mengatakan mengenai barang-barang apa saja yang kalian butuhkan dalam membuat kerajinan tangan, seperti kertas, gunting, dan lem. Dan ketika kamu telah mengambil semua yang dibutuhkan, jangan lupa untuk mengatakan ulang mengenai apa yang kalian butuhkan, seperti “Kita membutuhkan kertas, gunting, dan…”. Anda dapat menggunakan cara ini ketika Anda hendak menyusun meja, mengambil baju ataupun berdAndan, ataupun membuat makanan, contohnya adalah sandwich. Gunakan sedikit kata-kata yang umum digunakan, seperti ikan dan keripik, garam dan merica, hari dan malam. Anda juga dapat membacakan buku-buku dan melakukan beberapa aktivitas guna mengajarkan beberapa kata yang berpasangan kepada anak Anda, kemudian Anda juga dapat mengajak anak Anda untuk mengisi kata-kata ketika Anda berbicara mengenai hal-hal tersebut.