Gangguan Pendengaran Sejak Anak Baru Lahir

Ketulian tidak selalu bisa diidentifikasi saat usia anak-anak saja. Karena kemungkinan besar juga bisa dideteksi gangguan pendengaran sejak anak baru lahir. Untuk itulah, menjaga kesehatan anak-anak yang baru lahir sangatlah penting. Yakni dengan memberikan pengertian dan ilmu tentang pendidikan kgangguan pendengaran kepada orangtua. Dan antisipasi yang lainnya yang kebanyakan diberikan oleh komunitas-komunitas parenting yang ada di sekitar kita.

Dengan pemeriksaan pendengaran anak yang baru lahir, terdapat potensi yang sangat besar untuk mengidentifikasi level gangguan pendengaran yang diderita anak yang baru lahir dan bisa diselidiki apa penyebabnya. Penanggulangan dini ini akan memungkinkan kita untuk menekan akibat-akibat buruk yang akan terjadi nantinya pada organ pendengaran anak.

 

Kapan Pemeriksaan Pendengaran Anak yang Baru Lahir Dilakukan?

Banyak orang yang tuli tergabung dalam komunitas orang tuli. Mereka telah menjadi kesatuan komunitas utuh yang tergabung dari semua usia, mulai dari anak-anak, muda, tua, sampai dengan manula. Telah bertahun-tahun lamanya juga komunitas ini melakukan penyaringan terhadap penyebab potensial dari setiap gangguan pendengaran di awal gejalanya. Namun secara bertahap, banyak tes dilakukan untuk mengambil isyarat genetik dan tanda-tanda yang berpotensi sebagai penyebab utama timbulnya gangguan pendengaran.

Tes-tes atau pengujian ini menjadi hal yang sangat berharga dan penting untuk dilakukan. Setiap wilayah di Amerika Serikat misalnya, telah menyediakan beberapa level pemeriksaan pendengaran untuk anak-anak yang baru lahir. Dan hasilnya, pada banyak kasus yang ditangani tersebut dilakukan sebelum kematian bayi di rumah sakit. Ketika ada genetik yang ditemukan ternyata menjadi penyebab utama dari gangguan pendengaran, seorang audiologis akan melakukan pengujian lebih lama.

Sebuah larangan dari budaya orang tuli : gangguan pendengaran saat kelahiran terjadi memang menjadi hal yang umum. Sekitar 2 % bayi yang baru lahir didiagnosa dengan menggunakan banyak level gangguan pendengaran yang biasa terjadi pada saat kelahiran. Jika seorang anak yang baru lahir tidak segera merespon saat ada suara, kemungkinan besar, si bayi mengalami gangguan pendengaran. Kemudian dilakukanlah tes untuk memastikan hasilnya.

Jika tes telah dilakukan, kemudian ternyata ada cairan tertentu yang ditemukan di dalam telinga anak maka sudah pasti anak tidak bisa merespon suara. Para dokter akan segera membersihkannya. Namun jika hasil tes menyatakan berbeda, bahwa memang ada masalah pada telinga, maka akan dilakukan diagnosa tes berkelanjutan untuk mengetahui hasil pastinya. Akan dicari banyak data dari si anak dan kemudian audiologis akan melakukan pengolahan data terkait tentang deteksi gangguan pendengaran yang dialami oleh anak yang baru lahir.

 

Pendidikan Tentang Ketulian Dan Semua Sumber Kebiasaan Tentang Ketulian Di Awal Terjadinya Gangguan Pendengaran

Komunitas orang tuli dan budaya orang tuli memiliki tempat atau wadah tersendiri. Mereka tergabung karena kesamaan nasib dan kesamaan kebutuhan. Untuk itulah kebutuhan akan kebebasan dan menjalani hidup layaknya orang normal pun menjadi hal yang sangat mereka perlukan.

Dengan masuk ke dalam sebuah komunitas, mereka mendapatkan pengarahan, pelajaran, dan pembiasaan yang khusus. Sehingga kelangsungan hidup mereka bisa terus berlanjut. Walaupun mereka memiliki gangguan pendengaran dan tidak sama dengan orang-orang normal lainnya. Namun mereka memiliki kemampuan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan sempurna layaknya orang normal. Bahkan seorang anak dengan kapasitas pendengaran yang sangat minim pun masih bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitarnya dan bisa berkomunikasi dengan baik bersama dengan komunitasnya.

Berdasarkan informasi dari penelitian-penelitian yang dilakukan. Sebuah perlakukan khusus untuk orang-orang tuli memang sangat penting untuk dilakukan, yakni untuk membantu beradaptasi dengan lingkungannya. Beberapa contoh perlakukan khusus yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan terapi auditori verbal atau perlakukan lain yang didampingi oleh para terapis khusus yang professional dibidangnya. Para profesional ini sudah dipersiapkan untuk membantu anak-anak belajar bagaimana mendengar dan berkomunikasi dengan baik. Yakni dengan menggunakan bahasa tubuh serta alat bantu dengar yang tepat.